523222_4266631195829_205306195_n

523222_4266631195829_205306195_n

Tinggalkan sebuah Komentar

Nengah di Diagon Alley (Kisah anak indonesia di Hogwart)

Nengah dan neneknya berhenti di depan sebuah Pub. Terlihat pub tersebut sangat kontras dengan pub-pub dan toko sekitanya. Pintuya terbuat dari kayu dan terlihat seperti pub-pub abad pertengahan. Terdapat jendela kaca di bagian depan pub dan orang keluar masuk kedalam pub. Yang membuat aneh Nengah, orang-orang tersebut terlihat berbeda. Nengah langsung paham bahwa mereka adalah para penyihir. Nenek mengajaknya masuk kedalam Pub. Didepan mereka juga terdapat pasangan India  dan seorang anak seumur dengannya. Masuk kedalam, ternyata keadaan cukup ramai. Terdapat banyak meja dengan beraneka macam pengunjung. Dari cewek-cewek modis yang mengobrol di ujung pub sampai orang tua yang berpakaian aneh di ujung yang lain. Neneknya mendatangi bartender sedangkan pasangan India  dan anaknya langsung menuju pintu kesuatu ruangan.

“Hai….” teriak nenek ke bartender sambil menunjukan kertas berisi alamat.

“Ada apa Grandma…?” Tanya bartender dengan menggunakan bahasa Ingris.

Nenek Nengah yang tidak bisa berbahasa inggris tentu saja tidak menjawab dan hanya menunjukan kertas berisi alamat Diagon Alley.

“No English” katanya sekenanya.

Bartender lalu tersenyum… “Dasar Barbar”  katanya… sambil menunjuk tangannya ke arah pintu yang tadi di masuki oleh pasangan India .

Nenek mengerti dan langsung bilang “Thank You”.

Nenek memanggil Nengah dan mengajaknya langsung ke Pintu tersebut. Memasuki pintu tesebut ternyata tidak seperti yang Nengah bayangkan. Ini bukanlah sebuah ruangan, tapi sebuah Lorong. Nengah berpikir ini pasti lorong dibelakang Pub. Ada tulisan Diagon Alley pada lorong tersebut. Dan mengertilah Nengah dimana dirinya.

Lorong tersebut cukup ramai. Banyak orang lalu lalang di jalan. Tapi keadaannya tidak seperti lorong-lorong yang ada di london kebanyakan. Disini keaadaannya sedikit kuno walaupun orang-orang yang datang ada yang terlihat berpakaian modern.  Tapi yang terlihat kebanyakan menggunakan Jas seperti jas hujan atau berpakaian seperti seorang penyihir.

Nenek langsung mengajak Nengah jalan

“Kita cari toko tongkat sihir dan Galleon changer”  kata nenek.

“Kita tidak punya Galleon, jadi harus menukar emas” lanjutnya.

“Kalo kita ke bank gringort, rate tukarnya jelek. Mending langsung ke Galleon changer. Tapi sebelum kesana kita ke toko tongkat dulu”.

Di depan toko Tongkat Sihir, Nenek berhenti sambil melihat tulisan Sale yang tertempel dikaca.

“Obral Murah beli 1 gratis 1” tertulis di tulisan tersebut.

Nenek mengajaknya masuk. Seorang penjaga tua menghampiri mereka.

“Tongkat apa yang mau dicari…?” tanya bapak itu sambil merapikan dagangannya.

Nengah..! bilang ke dia kalo kamu cari tongkat yang murah…” perintah nenek ke Nengah untuk menterjemahkan dalam bahasa inggris.

“Tuan, Tolong carikan aku tongkat yang murah buat aku sekolah di Hogwart”. Kata Nengah.

“Kamu dari mana…?”.  Balas bapak Itu….

“Dari Indonesia Tuan” jawab Nengah.

“Oh… Orang barbar… Sarang Teroris”.

“Kamu mau tongkat sihir apa…”

“Apa saja asal tidak mahal” kata Nengah.

“Tongkat, bukan karena murah atau mahal. Tongkat memilih tuannya”.

“Iya, tapi uang kami tidak cukup”

“Barbar…” gerutunya.

“Sini aku kasih tahu sesuatu” Bapak itu berbisik ke Nengah.

Nenek terlihat kebingungan dengan pembicaraan mereka.

“Pergilah ke ujung lorong. Di sana ada toko keperluan sekolah. Di sana kamu akan menemukan barang-barang keperluan sekolah yang dijual satu paket. Harganya murah sudah ada buku, Jas, Topi dan tentu Tongkat buat newbie”.

Nengah mengangguk dan langsung menarik neneknya.

“Nek, Kita akan cari di toko yang lain. Disini toko tongkat yang mahal” kata Nengah

“Juga kenapa sih harus pakai tongkat. Kenapa ga pakai tangan saja, kan Nengah bisa nyihir pakai tangan. Atau pakai keris seperti kalo kita di Bali.” Protesnya.

“Kenapa Nengah…?” tanya nenek.

“Dia bilang sebaiknya kita ke toko yang lain, ada yang jual satu paket”.

“Wah, bagus itu, kenapa tidak dari tadi saja”. Jawab nenek senang. Tentu itu akan menghemat emasnya.

Nengah masuk kedalam toko. Tokonya tidak besar, dan tidak tertata rapi. Kesan kumuh dan berdebu terlihat jelas. Nengah bertemu dengan pasangan India  yang tadi bertemu di Pub. Mereka juga mencari peralatan sekolah. Selain dia dan pasangan India  tersebut, juga ada seorang ibu (bule) dengan anaknya. Anak tersebut sama tingginya dengan Nengah, jerawatan, rambutnya abu-abu dan bergigi agak tonggos. Sangat berbeda dengan anak India  yang berkulit gelap, berbadan gemuk dan lebih pendek.

Ibu bule tersebut sedang menimbang-nimbang barang yang mereka perlukan.  Dalam satu paket terdapat Buku, jubah, topi, tongkat berwarna hitam berujung kuningan dan voucer untuk mendapatkan burung hantu. Tongkat tesebut berbeda dengan tongkat yang di pajang di toko tongkat yang umumnya terpelitur, tongkat ini seperti di dempul dan di cat duco.

“Oke aku ambil satu” kata ibu itu.

Seorang wanita langsung melayani ibu tersebut.  “Atas nama siapa Bu tanya penjaga itu”

“Tommy Corgan” jawab dia.

“Oke Bu, Saya buatkan receive buat pengambilan Burung Hantu dulu.”

“Miss”, kata si bapak India  “Saya juga ambil satu, atas nama Aakash Gogoi.”

“Oke Pak. Apa Nenek juga mau sekalian..?” Tanya perempuan itu kepada Nenek Nengah.

Nenek Nengah yang tidak menduga di tanyai langsung bingung.

“Nek, apa kita mau ambil itu juga…?” tanya Nengah ke neneknya.

“Iyes..Iyes…” jawab nenek ke perempuan itu dengan sok bisa berbahasa inggrisnya.

“Yes Miss.. “ “Kami ambil itu juga atas nama Nengah Mantera” Nengah menjelaskan lebih lanjut.

“Wah kalian akan pergi ke sekolah yang sama rupanya” kata perempuan itu.

Nengah, Tommy dan Aakash tersenyum bersamaan.

Lalu pasangan India  dan ibu bule tersebut bergantian bersalaman sambil mengenalkan diri. Tidak ketinggaln Nenek ikut nimbrung memperkenalkan diri.

Ini adalah awal pertemuan Nengah dengan sahabatnya di Hogwarts nantinya.

Comments (1)

Permainan Sepak Bola Hogwart (Kisah anak indonesia sekolah di Hogwart)

By Fariz

Sesuai kesepakatan malam sebelumnya, berhasil dikumpulkan 20 orang yang ingin bermain sepak bola. Mereka rata-rata anak-anak  Ravenclaw dan Hufflepuff. Hanya ada masing-masing 1 anak dari Gryffindor dan Slytherin yaitu Dean dari Gryffindor dan Anke van der beek dari  Slytherin. Mereka telah meminta izin prof. Sprout untuk menggunakan lapangan Grass dibelakang kebun obat. Lapangan itu tidak luas, hanya seluas lapangan Bola Volley. Tapi oleh Danny anak tingkat 6 hufflepuff berhasil di mantera menjadil seluas hampir 3 kali lapangan tenis.

Nengah sudah siap memakai kaos kesayangannya, yaitu kaos MU warna merah. Aakash Gogoi yang keturunan India memakai baju newcastle United sesuai team bola kesayangannya yang memang dari kota dia tinggal. Tommy Corgan yang memang tidak pernah mengenal bola tidak mempunyai seragam bola. Dia dengan pedenya menggunakan seragam Quidditch warna kuning lengkap dengan sepatu boot dan helmnya. Hal ini membuat Aakash tertawa geli. Tapi Tommy hanya bingung tak berdaya. Bayangkan saja main bola dengan menggunakan seragam ketat Quidditch.

Mereka langsung keluar kamar dengan tetap menggunakan jubah kecuali tommy yang polos menggunakan baju qudicnya. Hal ini agar tidak terlihat murid-murid hogwart yang lain tentang kegiatan yang akan mereka lakukan.  Di lorong mereka bertemu dengan anak-anak gryffindor yang yang membawa sapu terbang. Mereka berbondong-bondong menuju lapangan Quidditch untuk latihan. Ramai mereka bersorak-sorak untuk menyemangati team mereka. Ada si Harry potter terlihat berjalan diantara mereka. Wajahnya terlihat bersinar karena senang.  Nengah, Aakash dan Tommy segera menepi agar tidak berbenturan dengan mereka. Tentu saja tommy yang berkostum Quidditch warna kuning lusuhnya menjadi santapan mata anak-anak gryfifindor. Hal ini pasti cukup aneh buat mereka, karena hari ini bukan jadual anak-anak hufflepuff latihan dan Tommy tidak memakai seragam Hufflepuff dan juga bukan anggota team Quidditch hufflepuff.

Di ujung lorong, mereka ertemu dengan anak-anak bola yang lain dari ravenclaw. Mereka berjumlah 7 orang, yang merupakan total anak ravenclaw yang ikut dalam team bola hogwart. Walau mereka memakai jubah, tapi karena tidak tertutup rapat, terlihat mereka sudah siap dengan seragam bola kesayangn mereka. Rata-rata memakai seragam nasional inggris. Hanya Tony dari tingkat 2 yang memakai seragam MU yang sama dipakai oleh Nengah.

Memasuki kebun obat prof spraut, mereka bertemu dengan Dean dangan seragam Westham nya dan Anke dengan seragan Ajax nya.  Di Lapangan Grass yang telah di perluas dengan matera, telah berkumpul anak-anak Hufflepuff yang memang telah terlebih dahulu datang untuk mempersiapkan lapangan dan memasang Gawang di kedua ujungnya. Tidak ada garis lapangan, tapi untungnya pinggir batas rumput lapangan sudah sangat rapi. Sehingga, mereka dapat dengan mudah menentukan ujung lapangan. Di setiap sisi lapangan telah di beri tongkat pendek sekitar 1 meter dan ujungnya di gantung sebuah lonceng. Fungsi lonceng itu nantinya sebaga penanda bila bola yang di tendang Out. Sehingga setiap kali bola Out maka lonceng akan berbunyi. Alan membuat garis putih dengan tongkatnya untuk menandai area kiper dan garis tengah lapangan. Garis tersebut akan bertahan sekitar dua Jam dan akan hilang dengan sendirinya.
Prrrrrrrit…..

Danny meniup peluit untuk mendapatkan perhatian semua pihak.

“Semua berkumpul…..” teriaknya.

Berbaris menjadi dua baris dan palingg utara adalah anak-anak tingkat 1 dan disusul tingkat berikutnya”

Nengah langsung mengambil posisi paling ujung. Disusul Aakash dan Tommy. Berdiri di depan mereka Dean,  Anke dan seorang cewek tomboi dari Ravenclaw Lisa. Dia adalah satu-satunya cewek di team bola ini. Wajahnya sebenarnya  bersih dan terlihat cantik. Tingginya setinggi Nengah dan berambut pendek. Dia memandang Nengah dan tersenyum.

“Kamu dari Bali ya… “ katanya kepada Nengah.

“Aku pernah kesana”

“Oh ya….. Tapi aku Cuma keturunan Bali. Tapi sebenarnya dari Jakarta…”

“Oke, Good luck….” Balas Lisa.

Setelah semua berbaris,  Dany langsung memberi perintah kesemua anak untuk mengundi. Nengah yang berhadapan langsung dengan Dean segera mengambil posisi untuk mengundi. Dean memandangnya dan segera mengajak berjabat tangan.

“Hi, Apa kabar” katanya memulai pembicaraan.

“Oke” Balas Nengah. “Gimana dengan Kamu…”.

“Oke Juga. Kamu siap…?”.

“Siap”.

Nengah segera menyiapkan Tangannya dan segera mengambil Posisi  Gunting.

Dan ternyata Dean mengambil posisi batu. Yang berarti dia berada pihak yang kalah. Aakash yang mengundi dengan Anke ternyata Menang. Sehingga dia tidak akan satu team dengan Nengah. Tommy juga menang dan akan menjadi satu Team dengan Aakash. Di ujung selatan Danny yang akan menjadi kapten team berundi dengan Jensen dari Ravenclaw yang akan menjadi kapten Team lawannya Danny. Dan ternyata Danny Menang. Sehingga Nengah akan masuk Teamnya Jensen. Segera saja Jensen memanggil Teamnya.

“Yang kalah mohon kemari” Teriaknya memberi instruksi pertama.

Jensen langsung membagi teamnya.  Dia menunjuk Allan anak tingkat 5 Hufflepuff menjadi Keeper. Ronald dari Tingkat 4 Ravenclaw dan Rocky dari tingkat 6 Hufflepuff menjadi Back.  Dia sendiri mengambil posisi tengah bersama Anke.

“Kamu suka main bola kan…?” tanya Jensen kepada Nengah.

“Ya… aku biasa main di depan”.

“Oke kamu dan Lisa jadi pemain depan. Jack, Tomy dan Herald kalian sementara duduk di bangku cadangan”

“Semua Tongkat tolong sihir dikumpulkan dan disimpan oleh pemain Cadangan” lanjut Jensen.

Dalam permainan Sepak bola ini memang tidak boleh menggunakan sihir. Hal ini berbeda dengan Quidditch yang memang penuh dengan Sihir. Tidak mengherankan karena sepak bola adalah permainan Mungle dan bagi para penyihir merupakan permainan bodoh.  Oleh sebab itu, dilapangan juga dipasang jimat anti sihir. Yang fungsinya untuk memberikan semacam alarm bila ada pemain dalam lapangan yang menggunakan sihir. Jimat itu sendiri berupa teko kaleng yang sudah buluk berisi batu dan diletakkan di pinggir tengah lapangan. Bila ada pemain yang menggunakan sihir, maka akan terdengar bunyi berdenting dari teko tersebut. Maka orang yang menggunakan sihir tersebut otomatis keluar dan tidak boleh main lagi. Tidak ada wasit dan juga sistem Offsite.

Permainan ini akan berlangsung 2 x 30 menit waktu effektif. Dan setiap 10 menit akan dilakukan Time Out dan melakukan penggantian pemain.  Hal ini agar semua peserta bisa ikut bermain. Segera setelah insruksi dari Jensen sebagai kapten team selesai semua orang menempati posisinya masing-masing.  Nengah langsung berhadapan dengan Danny sang kapten lawan yang juga seniornya di asrama.  Terlihat Tommy berdiri dibawah gawang lawan. Dia ditunjuk oleh Danny menjadi keeper berkat pengalamannya bermain Quidditch. Sedangkan Aakash sahabat sekamarnya bersama Tommy duduk di pinggir lapangan dengan anak-anak lain yang mendapat giliran sebagai pemain cadangan.

Terdengar suara riuh bergema dari arah timur lapangan. Suara yang ditimbulkan anak-anak yang menonton team Quidditch Gryffindor yang sedang latihan. Mereka tidak dapat melihat team tersebut karena terhalang tanaman kebun Prof. Sprout. Hal ini memang dipilih karena mereka tidak mau diganggu para penyihir yang tidak suka olah raga mungle.

Team Nengah mendapat Bola pertama. Lisa langsung membawa bola ketengah lapangan. Bola yang dipakai adalah bola yang sama dengan bola yang dipakai para mungle.  Jensen lah yang membawanya ke Hogwart. Nengah langsung mengambil posisi ditengah lapangan bersama Lisa.

Terdengar Semua lonceng di sisi lapangan berbunyi pertanda pertandingan dimulai. Lisa langsung menendang bola kearah Anke sebagai pemain tengah Kanan. Nengah langsung maju kedepan mengambil posisi. Sedangkan Lisa memposisikan diri agak ke kanan. Anke membawa bola maju dan segera di hadang oleh Damond anak tingkat 2 Ravenclaw.  Anke mengoper bola ke Jensen yang segera digiring kedepan setelah berhasil mengecoh Rony. Nengah sadar dirinya tidak terjaga langsung memberi tanda ke Jensen untuk mengumpan bola ke padanya. Bola mengalir kepadanya dan dengan cepat dioper ke Lisa yang telah berlari kedepan gawang. Lisa tidak membuang kesempatan dan langsung menendang ke arah gawang. Beruntung bagi Tommy, Dia dapat menendang bola tersebut sehingga lolos dari kemasukan gawang. Bola mental tepat ke arah Sean sang Back lawan dan langsung ditendang kedepan kearah Danny.  Tapi karena Danny sedikit ketinggalan, maka bola meluncur keluar lapangan Out. Segera terdengar bunyi lonceng sisi lapangan selatan. Sisi dimana para pemain cadangan duduk.

Permainan berjalan seru.  Willy  Anak Tingkat 5 Hufflepuff yang bermain sebagai Back Teamnya Danny cederung bermain keras. Nengah sudah beberapa kali terdorong olehnya. Lisa aga sedikit beruntung, karena para lawan tidak ada yang berani bermain kasar kepadanya. Di menit ke 9 Lisa berhasil mencetak Gol pertama hasil operan Anke dan berhasil mengecoh Tommy.

Menit ke sepuluh semua lonceng berbunyi. Giliran pemain cadangan bermain. Nengah digantikan oleh Jack rekannya dari Hufflepuff, Anke di gantikan Tony dari Ravenclaw dan ronald digantikan oleh Herald. Di team lawan Tommy harus keluar digantikan oleh Jean. Aakash bermain menggantikan Damond dan Duncan menggantikan Dean.

Permainan berlangsung kembali dan giliran team nengah yang kebobolan sampai 2 kali.  Saling serang berlanjut.  Di tengah permainan Teko berbunyi. Karena Willy yang memang dari awal bermain kasar secara tidak sengaja mengeluarkan mantra penjegal. Yang langsung menjatuhkan Jack pemain depan teamnya Nengah. Otomatis Willy harus keluar dan tidak boleh main lagi. Dia bersungut-sungut karena manteranya terucap tanpa sengaja.

Sepuluh menit terakhir babak ke dua Nengah kembali bermain. Sekarang dia sebagai penyerang bersama Jack Kedudukan imbang 4-4. Tommy kembali bermain sebagai keeper. Herald mendapatkan bola dari Allan. Bola tersebut dibawanya kedepan dan diteruskan ke jensen. Jensen berhasil mengecoh lawan dan meneruskan ke Jack yang berposisi di depak sebelah kanan.  Melihat memungkinkan untuk langsung di tembak, dia menendang bola sekuat tenaga ke arah gawang. Dan tepat mengenai kepala Tommy yang gagal menangkap bola. Tomy terjungkal dan bola muntah kedepan mendekati Nengah. Tidak disiasiakan oleh Nengah, Bola ditendang dan kembali terkena kepala Tommy.  Tommy terjungkal kembali akan  tetapi bola mental kearah gawang. Sean yang berdiri dekat Tommy tidak berhasil menghalau bola dan bolah masuk kedalam gawang Tommy.

5-4 untuk team Nengah. Bersamaan dengan semua bell berbunyi tanda permainan Usai. Lisa langsung menghabur ke Nengah.  Mereka berpelukan berempat bersama Anke dan Jensen. Tommy masih terduduk memegang kepalanya. Sungguh beruntung, Helm Quidditch yang dipakainya meredam bola yang mengenai kepalanya dua kali.

Tulisan Lain
nengah-di-diagon-alley

Tinggalkan sebuah Komentar

Table Berubah warna

<style>
.www{background-color:grey}
.ccc{background-color:yellow}

</style>

<table>
<tr>
<td id=oo onmouseout=”this.className=’www'” onmouseover=”this.className=’ccc'” width=200 align=center>Berubah Warna</td>
</tr>
</table>

Tinggalkan sebuah Komentar

Very-Very Simple DropMenu

Langsung copy n liat sendiri hasilnya

 

<script>
function menumover(id){
document.getElementById(id).style.display=”block”;
}

function menumout(id){
document.getElementById(id).style.display=”none”;
}

</script>

<Table align=center>
<tr>

<td onmouseover=menumover(‘menu1’) onmouseout=menumout(‘menu1’)>
Menu Koran
<div id=menu1 style=”position:absolute;z-index:2;display:none”>
<table>
<tr><td><a href=”http://www.detik.com”>Detik</a></td></tr&gt;
<tr><td><a href=”http://www.kompas.com”>Kompas</a></td></tr&gt;
</table>
</div>
</td>

<td>|</td>

<td onmouseover=menumover(‘menu2’) onmouseout=menumout(‘menu2’)>
Menu Search
<div id=menu2 style=”position:absolute;z-index:2;display:none”>
<table>
<tr><td><a href=”http://www.yahoo.com”>Yahoo</a></td></tr&gt;
<tr><td><a href=”http://www.google.com”>Google</a></td></tr&gt;
</table>
</div>
</td>

</tr>
</table>

Tinggalkan sebuah Komentar

Bahasa Indonesia Yang Boros

Jangan bilang gw gak cinta bahasa Indonesia. Bahkan gw juga bukan pengguna bahasa indonesia yang baik dan benar. Bahkan nih, diantara bahasa-bahasa yang gw kuasai Jawa, Inggris, Indonesia, Arab (buat baca Quran doang), VB, Java, PHP dll (hehe lebay) cuma bahasa indonesia yang paling bagus. Tapi boleh donk kalo gw juga mengkritik bahasa Indonesia.

Begini, gw mengkritik bahasa Indonesia yang berkembang bebas tanpa batas dan buanyak penggunaan kata yang boros. langsung aja contohnya.

1. Babu.
Makin lama kata “babu” makin hilang. Dulu “Babu” umum dipakai, apa lagi di zaman penjajahan dulu. Babu yang artinya adalah Pembantu atau asisten rumah tangga menjadi berubah makna mengarah ke negatif Think. Coba aja temen-temen bilang ke pembantunya pakai kata-kata babu…bisa didemo para pembantu dikomplek atau dibilang rasis atau dibilang tidak cinta sama pembantunya (ya iya lah, orang ga cakep n dah tua).
Trus karena istilah “Babu” jadi kasar, maka diperhalus jadi “Pembantu”. Sekarang kata-kata ini jadi umum digunakan, bahkan secara tidak sadar sudah di dekritkan untuk menjadi pengganti kata-kata “Babu” secara eksklusif. Repotnya, gw punya karyawan di perusahaan kecil mungil gw yang tugasnya membantu atau menggantikan pekerjaan gw. Trus gak mungkin donk gue beri jabatan ke dia sebagai Pembantu. Jadi terpaksa gue pakai kata “Asisten”. Hal ini mirip dengan istilah Pembantu Dosen. Sulit buat kita membedakan antara Babu Dosen dan Asisten Dosen.
Lalu sekarang, kalo kita dengar gosipan antara para ibu-ibu komplek, sudah mulai mengganti istilah Pembantu dengan istilah “Mbak”. karena lama-lama istilah pembantu juga bermakna negatif dan kasar. Trus gimana kalo gw memperkenalkan Kaka perempuan ke orang. Ini lho mbak gw yang paling tua….
Mungkin orang akan nyangka pembantu gw akan lebih dari satu. Oh maafkan gw ya mbak…
Ini belum kalo kita membahas Jongos dan kawan-kawan.
Alangkah sayang, kalo istilah Babu yang merupakan kata baku menjadi hilang.

2. Centeng.
Kemarin gue memanggil petugas keamanan dikantor gw memakai speaker/pager dengan memakai istilah “Satpam”. Langsung deh teman gw bilang, jangan pakai Satpam donk, pakai istilah sekuriti….
Weleh, masih untung gw ga pakai istilah Centeng.

3. Supir.
Sekarang supir di kantor gw juga ikutan lebay. Mereka maunya dipanggil Driver.

4. Penjara.
Penjara menjadi LP dan kayaknya akan diganti lagi.

5. Pelacur.
Nah ini dia yang paling seru. Coba bayangin teman-teman kalo presiden tercinta kita Bpk SBY (ya kan presiden cuma satu, harus kita sayang donk) pidato kenegaraan yang membahas para PSK, dengan menyebut mereka dengan istilah “Pelacur”. Pasti jadi hal yang kotroversi dan akan dibahas di media-media seperti Metrotv dan TVOne selama sebulan penuh.
Dulu kita mengganti pelacur dengan istilah WTS. lama-lama WTSpun jadi kasar. Lalu oleh para aktivis perempuan di ganti dengan PSK atau Pekerja Sek Komersial. Lho inikan sama aja.. bagi gw Pelacur ya pelacur. Kita sudah punya istilah yang baku kok diganti-ganti.

Masih banyak kata baku yang kita punya lalu diganti dengan kata lain yang sebenarnya tidak baku dan rancu.  Hal lain, kata-kata tersebut juga bukannya satu kata, tapi terdiri dari dua atau leh kata. Kalo gak salah istilahnya kata majemuk.

Lain cerita kalo intu adalah kata-kata yang gak ada istilahnya dalam bahasa Indonesia. Seperti rumah sakit yang dalam bahasa inggris ada istilah Hospital.

Tinggalkan sebuah Komentar

Mocha Frozen Yoghurt

Bahan:

1 sdt gelatin bubuk tawar
150 g gula pasir
375 ml susu skim cair
120 g cooking chocolate, potong-potong
2 sdt kopi bubuk instant
1 sdt vanili bubuk
250 ml yoghurt tawar low fat

Cara membuat:

  • Campur gelatin, gula, susu, cokelat dan kopi dalam panci.
  • Rebus sambil aduk-aduk hingga mendidih. Angkat, tambahkan vanili. Dinginkan.
  • Masukkan yoghurt, aduk hingga rata.
  • Simpan Simpan “>dalam freezer selama 2 jam hingga hingga “>bagian pinggirnya mulai mengeras. Aduk-aduk. Simpan kembali, ulangi proses ini 2-3 kali. Simpan hingga benar-benar beku.
  • Sajikan dengan buah segar, jika suka. Untuk 6 orang
  • karya dari  Odilia Winneke di Detik.com

    Tinggalkan sebuah Komentar

    Older Posts »