Permainan Sepak Bola Hogwart (Kisah anak indonesia sekolah di Hogwart)

By Fariz

Sesuai kesepakatan malam sebelumnya, berhasil dikumpulkan 20 orang yang ingin bermain sepak bola. Mereka rata-rata anak-anak  Ravenclaw dan Hufflepuff. Hanya ada masing-masing 1 anak dari Gryffindor dan Slytherin yaitu Dean dari Gryffindor dan Anke van der beek dari  Slytherin. Mereka telah meminta izin prof. Sprout untuk menggunakan lapangan Grass dibelakang kebun obat. Lapangan itu tidak luas, hanya seluas lapangan Bola Volley. Tapi oleh Danny anak tingkat 6 hufflepuff berhasil di mantera menjadil seluas hampir 3 kali lapangan tenis.

Nengah sudah siap memakai kaos kesayangannya, yaitu kaos MU warna merah. Aakash Gogoi yang keturunan India memakai baju newcastle United sesuai team bola kesayangannya yang memang dari kota dia tinggal. Tommy Corgan yang memang tidak pernah mengenal bola tidak mempunyai seragam bola. Dia dengan pedenya menggunakan seragam Quidditch warna kuning lengkap dengan sepatu boot dan helmnya. Hal ini membuat Aakash tertawa geli. Tapi Tommy hanya bingung tak berdaya. Bayangkan saja main bola dengan menggunakan seragam ketat Quidditch.

Mereka langsung keluar kamar dengan tetap menggunakan jubah kecuali tommy yang polos menggunakan baju qudicnya. Hal ini agar tidak terlihat murid-murid hogwart yang lain tentang kegiatan yang akan mereka lakukan.  Di lorong mereka bertemu dengan anak-anak gryffindor yang yang membawa sapu terbang. Mereka berbondong-bondong menuju lapangan Quidditch untuk latihan. Ramai mereka bersorak-sorak untuk menyemangati team mereka. Ada si Harry potter terlihat berjalan diantara mereka. Wajahnya terlihat bersinar karena senang.  Nengah, Aakash dan Tommy segera menepi agar tidak berbenturan dengan mereka. Tentu saja tommy yang berkostum Quidditch warna kuning lusuhnya menjadi santapan mata anak-anak gryfifindor. Hal ini pasti cukup aneh buat mereka, karena hari ini bukan jadual anak-anak hufflepuff latihan dan Tommy tidak memakai seragam Hufflepuff dan juga bukan anggota team Quidditch hufflepuff.

Di ujung lorong, mereka ertemu dengan anak-anak bola yang lain dari ravenclaw. Mereka berjumlah 7 orang, yang merupakan total anak ravenclaw yang ikut dalam team bola hogwart. Walau mereka memakai jubah, tapi karena tidak tertutup rapat, terlihat mereka sudah siap dengan seragam bola kesayangn mereka. Rata-rata memakai seragam nasional inggris. Hanya Tony dari tingkat 2 yang memakai seragam MU yang sama dipakai oleh Nengah.

Memasuki kebun obat prof spraut, mereka bertemu dengan Dean dangan seragam Westham nya dan Anke dengan seragan Ajax nya.  Di Lapangan Grass yang telah di perluas dengan matera, telah berkumpul anak-anak Hufflepuff yang memang telah terlebih dahulu datang untuk mempersiapkan lapangan dan memasang Gawang di kedua ujungnya. Tidak ada garis lapangan, tapi untungnya pinggir batas rumput lapangan sudah sangat rapi. Sehingga, mereka dapat dengan mudah menentukan ujung lapangan. Di setiap sisi lapangan telah di beri tongkat pendek sekitar 1 meter dan ujungnya di gantung sebuah lonceng. Fungsi lonceng itu nantinya sebaga penanda bila bola yang di tendang Out. Sehingga setiap kali bola Out maka lonceng akan berbunyi. Alan membuat garis putih dengan tongkatnya untuk menandai area kiper dan garis tengah lapangan. Garis tersebut akan bertahan sekitar dua Jam dan akan hilang dengan sendirinya.
Prrrrrrrit…..

Danny meniup peluit untuk mendapatkan perhatian semua pihak.

“Semua berkumpul…..” teriaknya.

Berbaris menjadi dua baris dan palingg utara adalah anak-anak tingkat 1 dan disusul tingkat berikutnya”

Nengah langsung mengambil posisi paling ujung. Disusul Aakash dan Tommy. Berdiri di depan mereka Dean,  Anke dan seorang cewek tomboi dari Ravenclaw Lisa. Dia adalah satu-satunya cewek di team bola ini. Wajahnya sebenarnya  bersih dan terlihat cantik. Tingginya setinggi Nengah dan berambut pendek. Dia memandang Nengah dan tersenyum.

“Kamu dari Bali ya… “ katanya kepada Nengah.

“Aku pernah kesana”

“Oh ya….. Tapi aku Cuma keturunan Bali. Tapi sebenarnya dari Jakarta…”

“Oke, Good luck….” Balas Lisa.

Setelah semua berbaris,  Dany langsung memberi perintah kesemua anak untuk mengundi. Nengah yang berhadapan langsung dengan Dean segera mengambil posisi untuk mengundi. Dean memandangnya dan segera mengajak berjabat tangan.

“Hi, Apa kabar” katanya memulai pembicaraan.

“Oke” Balas Nengah. “Gimana dengan Kamu…”.

“Oke Juga. Kamu siap…?”.

“Siap”.

Nengah segera menyiapkan Tangannya dan segera mengambil Posisi  Gunting.

Dan ternyata Dean mengambil posisi batu. Yang berarti dia berada pihak yang kalah. Aakash yang mengundi dengan Anke ternyata Menang. Sehingga dia tidak akan satu team dengan Nengah. Tommy juga menang dan akan menjadi satu Team dengan Aakash. Di ujung selatan Danny yang akan menjadi kapten team berundi dengan Jensen dari Ravenclaw yang akan menjadi kapten Team lawannya Danny. Dan ternyata Danny Menang. Sehingga Nengah akan masuk Teamnya Jensen. Segera saja Jensen memanggil Teamnya.

“Yang kalah mohon kemari” Teriaknya memberi instruksi pertama.

Jensen langsung membagi teamnya.  Dia menunjuk Allan anak tingkat 5 Hufflepuff menjadi Keeper. Ronald dari Tingkat 4 Ravenclaw dan Rocky dari tingkat 6 Hufflepuff menjadi Back.  Dia sendiri mengambil posisi tengah bersama Anke.

“Kamu suka main bola kan…?” tanya Jensen kepada Nengah.

“Ya… aku biasa main di depan”.

“Oke kamu dan Lisa jadi pemain depan. Jack, Tomy dan Herald kalian sementara duduk di bangku cadangan”

“Semua Tongkat tolong sihir dikumpulkan dan disimpan oleh pemain Cadangan” lanjut Jensen.

Dalam permainan Sepak bola ini memang tidak boleh menggunakan sihir. Hal ini berbeda dengan Quidditch yang memang penuh dengan Sihir. Tidak mengherankan karena sepak bola adalah permainan Mungle dan bagi para penyihir merupakan permainan bodoh.  Oleh sebab itu, dilapangan juga dipasang jimat anti sihir. Yang fungsinya untuk memberikan semacam alarm bila ada pemain dalam lapangan yang menggunakan sihir. Jimat itu sendiri berupa teko kaleng yang sudah buluk berisi batu dan diletakkan di pinggir tengah lapangan. Bila ada pemain yang menggunakan sihir, maka akan terdengar bunyi berdenting dari teko tersebut. Maka orang yang menggunakan sihir tersebut otomatis keluar dan tidak boleh main lagi. Tidak ada wasit dan juga sistem Offsite.

Permainan ini akan berlangsung 2 x 30 menit waktu effektif. Dan setiap 10 menit akan dilakukan Time Out dan melakukan penggantian pemain.  Hal ini agar semua peserta bisa ikut bermain. Segera setelah insruksi dari Jensen sebagai kapten team selesai semua orang menempati posisinya masing-masing.  Nengah langsung berhadapan dengan Danny sang kapten lawan yang juga seniornya di asrama.  Terlihat Tommy berdiri dibawah gawang lawan. Dia ditunjuk oleh Danny menjadi keeper berkat pengalamannya bermain Quidditch. Sedangkan Aakash sahabat sekamarnya bersama Tommy duduk di pinggir lapangan dengan anak-anak lain yang mendapat giliran sebagai pemain cadangan.

Terdengar suara riuh bergema dari arah timur lapangan. Suara yang ditimbulkan anak-anak yang menonton team Quidditch Gryffindor yang sedang latihan. Mereka tidak dapat melihat team tersebut karena terhalang tanaman kebun Prof. Sprout. Hal ini memang dipilih karena mereka tidak mau diganggu para penyihir yang tidak suka olah raga mungle.

Team Nengah mendapat Bola pertama. Lisa langsung membawa bola ketengah lapangan. Bola yang dipakai adalah bola yang sama dengan bola yang dipakai para mungle.  Jensen lah yang membawanya ke Hogwart. Nengah langsung mengambil posisi ditengah lapangan bersama Lisa.

Terdengar Semua lonceng di sisi lapangan berbunyi pertanda pertandingan dimulai. Lisa langsung menendang bola kearah Anke sebagai pemain tengah Kanan. Nengah langsung maju kedepan mengambil posisi. Sedangkan Lisa memposisikan diri agak ke kanan. Anke membawa bola maju dan segera di hadang oleh Damond anak tingkat 2 Ravenclaw.  Anke mengoper bola ke Jensen yang segera digiring kedepan setelah berhasil mengecoh Rony. Nengah sadar dirinya tidak terjaga langsung memberi tanda ke Jensen untuk mengumpan bola ke padanya. Bola mengalir kepadanya dan dengan cepat dioper ke Lisa yang telah berlari kedepan gawang. Lisa tidak membuang kesempatan dan langsung menendang ke arah gawang. Beruntung bagi Tommy, Dia dapat menendang bola tersebut sehingga lolos dari kemasukan gawang. Bola mental tepat ke arah Sean sang Back lawan dan langsung ditendang kedepan kearah Danny.  Tapi karena Danny sedikit ketinggalan, maka bola meluncur keluar lapangan Out. Segera terdengar bunyi lonceng sisi lapangan selatan. Sisi dimana para pemain cadangan duduk.

Permainan berjalan seru.  Willy  Anak Tingkat 5 Hufflepuff yang bermain sebagai Back Teamnya Danny cederung bermain keras. Nengah sudah beberapa kali terdorong olehnya. Lisa aga sedikit beruntung, karena para lawan tidak ada yang berani bermain kasar kepadanya. Di menit ke 9 Lisa berhasil mencetak Gol pertama hasil operan Anke dan berhasil mengecoh Tommy.

Menit ke sepuluh semua lonceng berbunyi. Giliran pemain cadangan bermain. Nengah digantikan oleh Jack rekannya dari Hufflepuff, Anke di gantikan Tony dari Ravenclaw dan ronald digantikan oleh Herald. Di team lawan Tommy harus keluar digantikan oleh Jean. Aakash bermain menggantikan Damond dan Duncan menggantikan Dean.

Permainan berlangsung kembali dan giliran team nengah yang kebobolan sampai 2 kali.  Saling serang berlanjut.  Di tengah permainan Teko berbunyi. Karena Willy yang memang dari awal bermain kasar secara tidak sengaja mengeluarkan mantra penjegal. Yang langsung menjatuhkan Jack pemain depan teamnya Nengah. Otomatis Willy harus keluar dan tidak boleh main lagi. Dia bersungut-sungut karena manteranya terucap tanpa sengaja.

Sepuluh menit terakhir babak ke dua Nengah kembali bermain. Sekarang dia sebagai penyerang bersama Jack Kedudukan imbang 4-4. Tommy kembali bermain sebagai keeper. Herald mendapatkan bola dari Allan. Bola tersebut dibawanya kedepan dan diteruskan ke jensen. Jensen berhasil mengecoh lawan dan meneruskan ke Jack yang berposisi di depak sebelah kanan.  Melihat memungkinkan untuk langsung di tembak, dia menendang bola sekuat tenaga ke arah gawang. Dan tepat mengenai kepala Tommy yang gagal menangkap bola. Tomy terjungkal dan bola muntah kedepan mendekati Nengah. Tidak disiasiakan oleh Nengah, Bola ditendang dan kembali terkena kepala Tommy.  Tommy terjungkal kembali akan  tetapi bola mental kearah gawang. Sean yang berdiri dekat Tommy tidak berhasil menghalau bola dan bolah masuk kedalam gawang Tommy.

5-4 untuk team Nengah. Bersamaan dengan semua bell berbunyi tanda permainan Usai. Lisa langsung menghabur ke Nengah.  Mereka berpelukan berempat bersama Anke dan Jensen. Tommy masih terduduk memegang kepalanya. Sungguh beruntung, Helm Quidditch yang dipakainya meredam bola yang mengenai kepalanya dua kali.

Tulisan Lain
nengah-di-diagon-alley

Tinggalkan Balasan

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Ubah )

Connecting to %s

Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.